Laman

my campus

my campus

Senin, 14 Januari 2019

Sertifikasi VMware


Sejarah Singkat Perkembangan VMware
VMware dibangun pada tahun 1998 dan dijalankan secara rahasia pada tahun pertamanya, dengan jumlah pegawai sekitar 20 orang saja. Pada tahun keduanya akhirnya perusahaan tersebut diluncurkan secara resmi, dengan produk pertamanya yaitu VMware Workstation.
Pada tahun 2001 mereka masuk ke pasaran server dengan produk VMware GSX Server dan VMware ESX Server. Tahun 2003 muncul VMware Virtual Center, VMotion, dan teknologi Virtual SMP, lalu tahun 2004 ditambahkan dukungan terhadap 64 bit. Di tahun yang sama, perusahaan tersebut diakuisisi oleh EMC.
Setelah melalui tahun-tahun yang cukup gemilang dengan berbagai produk yang dihasilkan, mereka akhirnya mengalami masa yang sulit dan cukup krusial. Pada tahun 2016 terjadi pengurangan pegawai dan beberapa tim eksekutif mengundurkan diri karena EMC akan diakuisisi oleh Dell.
Akhirnya pada tahun tersebut memang terjadi merger antara EMC dan Dell, tetapi VMware ternyata mengeluarkan Workstation dan Fusion versi terbaru secara gratis sebagai dukungan untuk Windows 10 dan Windows Server 2016. Pada tahun 2017, VMware tercatat di peringkat 3 dalam daftar perusahaan dengan penjualan tertinggi di Amerika Serikat.
Pengertian VMware
VMware adalah teknologi buatan Dell yang menyediakan platform perangkat lunak (software) untuk melakukan virtualisasi. Tidak hanya software untuk membuat mesin virtual saja, tetapi mereka juga memberikan layanan pendukungnya. Nama VMware sendiri diambil dari cabang milik Dell yaitu VMware, Inc. Mereka adalah perusahaan pertama yang sukses melakukan virtualisasi terhadap arsitektur x86 secara komersial.
Software VMware untuk komputer desktop bisa dijalankan di Windows, Linux dan macOS. Sementara software untuk server yang bernama VMware ESXi adalah sebuah hypervisor yang bisa dijalankan secara langsung di server tanpa memerlukan tambahan sistem operasi pendukung.

Manfaat Menggunakan Vmware

Manfaat utama dari VMware adalah memberikan pengalaman bagi para pengguna untuk merasakan versi virtual dari hardware meskipun tanpa bentuk fisiknya. Atau lebih sederhananya adalah kita bisa membuat versi virtual dari komputer di dalam komputer lain, dan menjalankan lebih dari satu sistem operasi pada sebuah komputer yang sama. Untuk pemakaian pada komputer server, VMware biasanya dipakai untuk mengoptimalkan penggunaan hardware pada server tersebut, yaitu dengan membagi sebuah server fisik menjadi lebih dari satu server virtual yang memilih fungsi dan kegunaan masing-masing.

Sedangkan untuk pengguna komputer desktop, VMware biasanya digunakan untuk menjalankan lebih dari satu sistem operasi dalam sebuah komputer yang sama. Contohnya adalah memasang sistem operasi Linux secara virtual pada sebuah komputer yang memakai sistem operasi Windows. Hal ini sering dilakukan oleh para mahasiswa jurusan IT yang ingin melatih kemampuannya dalam memahami banyak sistem operasi sekaligus. Dengan adanya mesin virtual tersebut, mereka tidak perlu khawatir untuk mencoba berbagai macam hal tanpa takut merusak sistem operasi utamanya. Dengan adanya mesin virtual, kita bisa dengan mudah berpindah OS tanpa perlu menyalakan ulang komputer kita. Pengembangan software yang multi platform juga bisa dikembangkan dengan lebih cepat melalui beberapa sistem operasi yang berbeda. Dan yang tidak kalah penting adalah VMware bisa membantu kita untuk membuat jaringan antar komputer meskipun tidak memiliki alat semacam hub atau switch.

Cara Kerja VMware

Cara kerja VMware adalah sistem akan melakukan peniruan dan membuat versi virtual atau imitasi dari hardware komputer yang kita gunakan. Dalam hal ini maka sistem akan membuat versi virtual dari media penyimpanan, CPU, RAM, CD ROM, dan berbagai macam hardware lainnya yang merupakan komponen penting dari sebuah komputer fisik. Keseluruhan versi virtual dari berbagai komponen tersebut akan membentuk sebuah mesin virtual yang bisa kita gunakan.

Sebuah software bernama Hypervisor bertugas untuk mengatur alokasi sumber daya dari komputer fisik yang akan digunakan oleh komputer virtual. Sistem operasi yang dipasang pada mesin virtual disebut sebagai guest OS dan akan dijalankan di luar dari sistem operasi utama.
OS utama biasa disebut dengan host OS, kinerja dari OS utama tidak akan terpengaruh dari apa yang terjadi di guest OS. Bahkan kita bisa membuat lebih dari satu guest OS yang berbeda dalam sebuah komputer fisik saja. Namun tentu saja perlu diperhatikan juga mengenai spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan VMware dengan baik.

Contoh Kasus :
PERBANDINGAN KINERJA VIRTUALIZATION SERVER MENGGUNAKAN VMware ESXi4.1.0 DENGAN
NON-VIRTUALIZATION SERVER

Lokasi penelitian yakni di ruang server Dept. SIM PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk tepatnya di Gedung Pintu Gerbang Utama Timur Lantai 3. Hardware yang digunakan pada server virtualization : IBM Blade Center H. Sedangkan hardware yang digunakan pada server native : IBM X3400. Sedangkan software-software digunakan pada server virtualization : IBM Blade Center H adalah sebagai berikut :
No
Spesifikasi
Produk
1
Platform Virtualization
VMware ESXi 4.1.0 Standard
2
Sistem Operasi
MS. Windows Server 2008 R2 Std.
3
VI Client
VMware vSphere 4.1
4
VI Server
VMware vCenter Server 4.1

Dalam penelitian ini tidak semua performance server virtual yang ada pada Ancol blade server diukur kinerjanya karena keterbatasan waktu dalam melakukan penelitian. Penelitian ini hanya memilih tiga database server ticketing yang utama dan yang paling krusial yang digunakan di lingkungan PT. PJA. Ketiga database Server Ticketing tersebut diimplementasikan di lingkungan virtual server dan native server. Adapun database server yang akan diuji dan dibandingkan performance-nya meliputi Server Ticketing PGU, Server Ticketing dufan, dan Server Ticketing rombongan. Adapun spesifikasi dari setiap Server Ticketing tersebut sebagai berikut :
1.      Server Ticketing PGU (Pintu Gerbang Utama)
2.      Server Ticketing Dufan
3.      Server Ticketing Rombongan

Meskipun pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini tidak dapat mewakili seluruh skenario ataupun kasus yang ada di dunia nyata khususnya di lingkungan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., namun dengan scenario yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Implementasi virtualisasi server di lingkungan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk khususnya terkait server ticketing tidak berdampak terlalu besar terhadap performance server.
2.      Implementasi virtualisasi server di PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. secara performance server mengalami peningkatan karena adanya upgrade spesifikasi resource server dari native server ke virtual server. Sehingga kelemahan dari penerapan virtualisasi server yaitu menurunnya performance server pada virtual server tidak terjadi di PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.



Referensi :
(Diakses Pada 11 Januari 2019 Pada Pukul 15.30 WIB)
(Diakses Pada 11 Januari 2019 Pada Pukul 16.12 WIB)

Pertanyan :
Jelaskan Domain COBIT & COSO Yang Berbasis Keamanan !

Jawaban :
COBIT
Pada domain COBIT yang membahas tentang keamanan ada pada Domain Deliver And Support (DS) pada proses DS5:Memastikan Keamanan Sistem. Domain ini mencakup penyampaian hasil aktual dari layanan yang diminta, termasuk pengelolaan kelancaran dan keamanan, dukungan layanan terhadap pengguna serta pengelola data dan operasional fasilitas.

COSO
            Sedangkan pada framework COSO komponen yang membahas mengenai kemanan ada pada komponen ke-3 yaitu Control Activities pada proses Security(Aplication And Framework). Pada komponen ini dibahas mengenai tindakan-tindakan yang diambil manajemen dalam rangka pengendalian internal.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar