Laman

my campus

my campus

Senin, 15 Juni 2015

Perilaku Organisasi "organizational behavior"

PERAN MANAJEMEN
 
Peran Antarpersonal
Semua manajer diharuskan melakukan tugas – tugas terkait seremonial dan bersifat simbolis. Sebagai contoh, ketika rektor perguruan tinggi memberikan ijazah sarjana pada acara wisuda atau seorang pengawas pabrik menjadi pemandu tur pabrik untuk sekelompok murid sekolah menengah, ia berperan sebagai tokoh utama (figurehead). Semua manajer memiliki peran kepemimpinan. Peran ini mencakup perekrutan, pelatihan, pemberian motivasi, dan pendisiplinan karyawan. Peran ketiga dalam pengelompokan antarpersonal adalah peran penghubung. Mintzberg mendeskripsikan aktivitas ini sebagai hubungan dengan individu luar yang memberikan informasi kepada manajer tersebut. Individu luar tersebut mungkin adalah individu atau kelompok di dalam atau di luar organisasi. Manajer penjualan yang mendapatkan informasi dari manajer pengendalian kualitas di perusahaannya sendiri mempunyai kerja sama hubungan internal. Ketika manajer penjualan tersebut berhubungan dengan eksekutif penjualan lain melalui sebuah perdagangan pemasaran, ia mempunyai suatu kerja sama hubungan eksternal.

Peran Informasional
Semua manajer, sampai pada tingkat tertentu, mengumpulkan informasi dari organisasi – organisasi dan institusi luar. Biasanya, mereka mendapatkan informasi dengan membaca majalah dan berkomunikasi dengan individu lain untuk mempelajari perubahan selera masyarakat, apa yang mungkin direncanakan oleh para pesaing, dan semacamnya. Mintzberg menyebut hal ini sebagai peran pemantau. Para manajer juga bertindak sebagai penyalur untuk meneruskan informasi ini kepada anggota organisasional. Hal ini disebut sebagai peran penyebar. Selain itu, manajer bertindak selaku juru bicara ketika mereka mewakili organisasi di hadapan pihak luar.

Peran Pengambilan Keputusan
Akhirnya, Minzberg mengidentifikasikan empat peran terkati pengambilan keputusan. Dalam peran kewirausahaan, para manajer memulai dan mengawasi proyek – proyek baru yang akan meningkatkan kinerja organisasi mereka. Sebagai penyelesaian masalah, manajer melakukan tindakan korektif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tidak terduga. Sebagai pengalokasi sumber daya, manajer bertanggung jawab menyediakan sumber daya manusia, fisik, dan moneter. Terakhir, manajer memainkan peran negosiator, di mana mereka mendiskusikan berbagai persoalan dan tawar – menawar dengan unit – unit lain demi keuntungan unit mereka sendiri.
 

TUGAS-TUGAS MANAJER


1.      Tugas Utama Manajer
Tugas dari seorang manajer, yaitu pekerjaan orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam kegiatan manajemen. Menurut Atmosudirdjo (1975) adalah:
a.       Menentukan segala apa yang harus dicapai atau diselesaikan (the setting of objectives)
b.      Memimpin segala aktivitas dan segala sesuatunya untuk menyeleng-garakan pencapaiannya (leading the activities towards accomplish-ments), dan
c.       Membuat segala sesuatunya tercapai sesuai dengan apa yang telah ditentukan sebelumnya (securing results according to predetermind objectives standards).
Secara singkat tugas manajer adalah 1) menentukan tujuan dan standar, 2) memimpin penyelengaraan, dan 3) mengamankan hasil sesuai dengan tujuan dan standar.
Pendapat lain yaitu Drucher dalam Wursanto (opcit) mengemukakan lima  bagian pekerjaan pokok manajer, yaitu:
a.       Menetapkan sasaran. Ia menentukan:
-          apa yang akan dijadikan sasaran
-          apa tujuan seharusnya dalam tiap-tiap bidang sasaran
-          apa yang harus dilakukan dan
-          mengadakan sasaran efektif
b.      Mengorganisasi
-          Menganalisis kegiatan, putusan dan hubungan yang diperlukan
-          Menggolong-golongkan pekerjaan
-          Membagi pekerjaan
-          Memecah-mecah kegiatan mengenai tugas-tugas yang dapat dimanajemeni
-          Mengelompokkan unit dan tugas dalam struktur organisasi
-          Memiliki orang untuk memanajemeni unit dan melakukan tugas yang harus dikerjakan
c.       Memberi motivasi dan berkomunikasi
-          Membentuk tim yang terdiri dari orang yang bertanggun jawab untuk berbagai tugas        
d.      Pengukuran
       -    Manajer menentukan ukuran dan beberapa factor yang baik untuk karya perusahaan atau untuk setiap orang yang ada dalam perusahaan
e.       Mengembangkan orang termasuk dirinya.
Selain dari dua pendapat tersebut diatas, juga yang menjadi tugas manajer, yaitu menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi mana-jemen tersebut oleh para pakar  tentang klasifikasi dan terminologinya belum terdapat kesepakatan sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya. Namun jika dianalisis dapat disimpulkan bahwa  fungsi-fungsi manajemen itu meliputi: Planning, organizing, actuating, and controlling. Disimpulkan  dengan akronim POAC. Fungsi-fungsi ini secara mendetail diuraikan pada bab tersendiri.
Tugas-tugas Manager secara ilustrasi dapat dilihat pada gambar 4.3
         
2.   Manajer Serba Kuasa dan Serba Simbolik
Mansoer (1989) berpendapat bahwa ada dua pandangan mengenai anggapan masyarakat maupun oleh teori manajemen terhadap tugas, yaitu:
pertama, pandangan yang beranggapan bahwa manajer bertanggung jawab langsung mengenai gagal atau berhasilnya suatu organisasi. Pandangan semacam ini, disebutkan sebagai manajemen serba kuasa (omnipotent view of management).  Kedua, sebaliknya pandangan  yang  beranggapan  bahwa
para manajer itu sedikit saja pengaruhnya terhadap hasil yang dicapai organisasi. Malah menurut anggapan ini banyak sukses atau kegagalan organisasi ditentukan oleh faktor luar yang mengendalikan organisasi. Pandangan ini memberi label manajemen serba simbolik (symbolic view of management).
   Melaksanakan fungsi–fungsi
-  Planning (Perencanaan)
-   Organizing (pengorganisasian)
-   Actuating (penggerakan), dan
-   Controlling (pengawasan)
                                                                                          
Manajemen serba kuasa. Pandangan ini tercermin dalam pernyataan bahwa: manajer yang baik dapat mengubah tembaga menjadi emas. Pendapat ini mewakili teori manajemen yang mengatakan kualitas manajer suatu organisasi menentukan kualitas organisasinya sendiri. Asumsinya ialah perbedaan organisasi dalam keefektivan dan efisiensinya disebabkan oleh putusan dan tindakan manajernya. Manajer yang baik mengantisipasi perubahan, mengeksploitasi kesempatan, memperbaiki unjuk perbuatan yang buruk, dan mengarahkan, memimpin organisasinya kearah pencapaian tujuan, termasuk mengubah tujuan bila diperlukan. Bila keuntungan ber-tambah manajemen peroleh kredit penghargaan berupa bonus, mendapat saham dan sebagainya. Bila perusahaan merugi, dewan komisaris mengganti manajer puncak dengan keyakinan manajer baru, bisa memperbaiki keadaan.
Manajemen serba simbolik. Pandangan simbolik tentang manajemen ber-anggapan bahwa tidak masuk akal kalau para manajer mempunyai pengaruh begitu besar terhadap unjuk perbuatan organisasinya. Hasil suatu organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar organisasi yang tidak selalu dapat diawasi oleh manajer misalnya: situasi ekonomi, kebijaksanaan pemerintah, tindakan saingan usaha, keadaan industri yang khusus, pengawasan teknologi yang dimiliki, dan putusan-putusan yang diambil oleh manajemen terdahulu.
Karena ditunjang oleh kondisi lingkungan yang menguntungkan, perusahaan bisa mendapat untung banyak, bisnisnya berlangsung pada saat yang tepat. Pada saat harga minyak naik, perusahaan minyak menikmati keuntungan banyak dan pada saat harga minyak turun, manajer  perusahaan minyak tidak bisa berbuat banyak. Turun naiknya harga minyak tidak ditentukan oleh manajer perusahaan minyak. Inilah tantangan terhadap pandangan bahwa manajer serba kuasa. Pada keadaannya yang tebaik, pandangan manajemen serba simbolik mengatakan manajer hanya mem-punyai efek-efek terbatas saja terhadap hasil yang pokok dari organisasi. Apa yang diperbuat oleh manajer kebanyakan hanya mempengaruhi hasil simbolik saja. Peran manajer menciptakan pengertian terhadap keseram-pangan, kesemrautan, kebingungan dan kemenduaan. Manajemen mencip-takan ilusi pengawasan bagi keuntungan pemegang saham, langganan, karyawan dan masyarakat pada umumnya. Bila sesuatu berjalan baik, diperlukan seorang untuk dipuji. Manajerlah yang memegang peran untuk itu. Sebaliknya bila kesalahan terjadi, diperlukan cari kambing hitam. Itupun manajerlah  yang berperan sebagai kambing hitamnya.
Penelitian membuktikan bahwa mengganti manajer pada saat perusahaan merugi, tidak menjamin keadaan akan berubah dari merugi menjadi beruntung. Memang ada perubahan pada langganan, karyawan secara psikologis. Tapi itu adakalanya adalah ilusi belaka, walaupun perubahan sikap itu akan mempunyai dampak juga pada organisasi.

KEAHLIAN MANAJEMEN 

Keahlian Teknis
Keahlian teknis (technical skill) meliputi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. Ketika memikirkan keahlian  yang dimiliki oleh para profesional  seperti insinyur teknik sipil atau ahli bedah mulut. Anda biasanya berfokus pada keahlian – keahlian teknis mereka. Melalui pendidikan formal yang ekstensif, mereka telah mempelajari pengetahuan dan praktik – praktik khusus dalam bidang mereka. Tentu saja, para profesional tidak memonopoli keahlian teknis, dan tidak semua keahlian teknis dipelajari di sekolah – sekolah atau program – program pelatihan formal. Semua pekerjaan menuntut sejumlah keahlian khusus, dan banyak individu mengembangkan keahlian teknis mereka dalam pekerjaa.

Keahlian Personal
Kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi individu lain, baik secara individual maupun dalam kelompok, mendefinisikan keahlian kelompok (human skill). Banyak individu cakap secara teknis, tetapi tidak cakap secara antarpersonal. Mereka mungkin pendengar yang buruk, tidak mampu memahami kebutuhan individu lain, atau mempunyai kesulitan dalam menangani konflik. Karena manajer menyelesaikan segala urusan melalui individu lain, mereka harus memiliki keahlian personal yang baik untuk berkomunikasi, memotivasi, dan mendelegasikan.

Keahlian Konseptual
Para manajer harus mempunyaikeahlian konseptual (conceptual skill), yaitu kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi – situasi yang rumit. Pembuatan keputusan, misalnya, mengharuskan para manajer untuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan solusi alternatif untuk memperbaiki masalan – masalah tersebut, dan memilih solusi terbaik. Manajer bisa jadi cakap secara teknis dan secara antarpersonal, namun masih gagal karena ketidakmampuan untuk memproses dan menginterpretasikan informasi secara rasional.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:

1.Perencanaan (Planning),
2. Pengorganisasian (Organizing),
3. Pengarahan (Actuating/Directing),
4. Pengawasan (Controlling)

Fungsi Perencanaan
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :
- Menetapkan tujuan dan target bisnis
- Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
- Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
- Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

Fungsi Pengorganisasian
proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi

Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :
- Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
- Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
- Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
- Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

Fungsi Pengarahan dan Implementasi
proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :
- Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
- Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
- Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian :
- Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
- Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
- Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Fungsi Operasional dalam Manajemen
Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya. secara operasional, fungsi planning untuk sumber daya manusia akan berbeda dengan fungsi planning untuk sumber daya fisik/alam, dan sebagainya.

Manajemen organisasi bisnis dapat dibedakan menjadi fungsi-fungsi :
1. Manajemen Sumber Daya Manusia
2. Manajemen Pemasaran
3. Manajemen Operasi/Produksi
4. Manajemen Keuangan
5. Manajemen Informasi

Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah


Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan

Manajemen Produksi
Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi

Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal
yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan

Manajemen Informasi
Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
- See more at: http://kiteklik.blogspot.com/2010/11/4-fungsi-utama-dalam-manajemen.html#sthash.JB0yqO2v.dpuf

 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar